Inspiration

Hardiknas Janganlah hanya Sebagai Euphoria

Bila berbicara tentang Hari Pendidikan nasional, kita tidak bisa terlepas dari sosok Ki Hajar Dewantara. Hal ini karena dalam bidang pendidikan beliau banyak berjuang, memberikan inspirasi dan motivasi untuk memajukan pendidikan bangsa Indonesia. Salah satu jasa beliau yaitu mendirikan Taman Siswa yang menekankan pendidikan rasa kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan. Oleh karena itu tanggal 2 mei yang merupakan hari kelahiran beliau, ditetapkan sebagai hardiknas.Hal ini bertujuan untuk mengenang kembali sejarah perjuangan Ki Hajar Dewantara, menyerap sikap dan perilakunya dalam berjuang, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing. Sebab menurut pepatah ,”bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan jasa pahlawannya”.

Namun kenyataannya peringatan Hardiknas sekarang ini telah berubah makna. Peringatan Hardiknas dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai macam acara untuk memeriahkan dan merayakannya. Ada yang mengadakan perlombaan, pertandingan, hiburan dan lain sebagainya. Kalau acara seperti itu yang diadakan, sangat cocoklah diberi nama “Perayaan” bukan “Peringatan” sebab ‘perayaan’ mengedepankan kemeriahan sedangkan ‘peringatan’ mengutamakan makna. Padahal untuk menyelenggarakan perayaan tersebut biasanya menghabiskan dana yang lumayan banyak. Sebenarnya daripada melakukan perayaan yang tidak bermakna lebih b aik dananya digunakan unuk memperbaiki sarana dan prasrana pendidikan sekolah yang rusak, membantu anak-anak indonesia untuk tidak putus sekolah serta mengatasi masalah-masalah pendidikan yang lain.

Sungguh sangat ironis bangsa ini, di satu sisi orang -orang bergembira merayakan hardiknas dengan bersenang-senang, di sisi lain beberapa anak indonesia yang putus sekolah masih bingung untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi serta masih banyak sekali masalah pendidikan yang kompleks di negeri ini. Coba kita reungkan apakah masih pantas jika hardiknas hanya diperingati dengan acara semacam itu??

Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengembalikan makna peringatan hardiknas yang sudah hilang: pertama dengan menghargai sejarah. Hal ini karena dengan sejarah kita dapat meresapi makna perjuangan dari para pahlawan pendidikan dalam memberantas kebodohan di negeri ini. Kedua mengutamakan makna daripada euphoria. Dengan hal tersebut kita lebih bersemangat untuk memajukan pendidikan di Indonesia,. Ketiga dengan melahirkan jiwa dan semangat pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara. Keempat dengan cara menggunakan anggaran pendidikan untuk kebutuhan pendidkan seperti sekolah gratis , membangun dan memperbaiki fasilitas pendidikan,serta menambah dan menyebarkan pendidik dan tenaga kependidikan sampai daerah-daerah terpencil.
Insya allah, dengan hal ini pendidikan Indonesia bisa lebih maju.

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Lagu Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pencipta Lirik dan Lagu : Sartono

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sabagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Apa yang terlintas dibenak anda ketika membaca lyrick diatas ???

Lagu tersebut memilki makna tersirat mengenai besarnya peran guru dalam mendidik siswa menjadi orang yang berhasil. Di dalam lagu tersebut banyak diungkapkan mengenai begitu hebat dan besarnya pengorbanan guru untuk mendidik murid serta betapa besarnya rasa terima kasih murid kepada guru yang telah mendidiknya.
Jadi kita sebagai calon pendidik hendaknya untuk mulai sekarang luruskan niat yang benar untuk menjadi guru dan janganlah bermain-main dengan profesi ini. Apalagi hanya mengaharapkan materi dari profesi ini. Karena sebagai guru, kita mempunyai tanggung jawab tidak hanya menyampaikan materi pelajaran tetapi juga mendidik calon generasi muda yang akan membangun bangsa dan negeri ini.
Sungguh jahatnya kita bila profesi guru hanya dijadikan pelarian kita untuk mendapatkan pekerjaan.
Malulah kita kepada para pendahulu (yang berkorban jiwa dan raga untuk mencerdaskan kita. Jadi ayo mulai sekarang cam kan dalam hati anda bahwa anda akan menjadi guru yang terbaik untuk murid anda.

Kata-kata Mutiara :
Murid akan rindu pada belajar dan sekolahnya disebabkan oleh gurunya. Maka jadilah guru yang dapat memotivasi siswa untuk belajar.(mario teguh)

Jangan sesali kekurangan dan harapan yang tidak tercapai, tapi lebihkan apa yang sedang kamu hadapi dan lihatlah apa yang akan terjadi pada diri anda. (mario teguh)

CURAHAN MENGENAI DUNIA PENDIDIKAN

sungguh ironi dunia pendidikan sekarang ini. sekarang pendidikan dijadikan barang komersial jadi hanya orang-orang yang mampu saja yang bisa mendapatkan pendidikan yang layak. memang benar pemerintah sudah memberi subsidi untuk biaya pendidikan, buku gratis online dsb. tapi kenyataannya untuk dapat bersekolah kita tetap harus mengeluarkan biaya yang lumayan banyak dari mulai biaya masuk,biaya gedung, seragam dll.

selain itu saya terkdang suka agak bingung mengenai adanya sekolah berstandar nasional, RSBI dll. seakan-akan dalam dunia pendidikan seperti ada stratanya gitu yak. mengapa saya bilang hal tersebut karena saya dulu pernah masuk ke sekolah berstandar nasional dan sekolah biasa saja. disana terdapat perbedaan mengenai fasilitas pembelajaran. sekolah yang berstandar nasional memiliki fasilitas yang lebih baik dibandingkan sekolah biasa saja. sering terbesit dalam pikiran saya bukannya setiap anak indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak, lalu kemudian mengapa tidak semua sekolah mempunyai fasilitas yang sama dan tenaga kependidkan yang handal otomatis pendidikan kita lebih maju.

terkadang ketika saya menonton televisi mengenai bagaimana pendidikan di daerah terpencil, hati saya begitu teriris dan terbelah *terlalu lebay sih ekpresinya. tapi bagaimana orang tidak merasa hatinya terbelah. Coba bayangkan di sana mereka belajar dalam satu kelas yang sangatlah tidak layak, dalam satu kelas terisi berbagai murid yang memiliki usia beragam dari kelas 1 sd lah sampai smp. mereka di sekolah tersebut hanya belajar berhitung, membaca, dan bernyanyi lagu nasional yang menurut saya masih banyak salah lirik lagunya. bagaimana bisa benar, bukan bermaksud untuk meremehkan yang mengajar di sekolah tersebut hanyalah guru yang bertamat SMA.itupun masih untung ad yang mau mengajari anak-anak tersebut walupun dengangaji yang alakadar. tapi dia memiliki hati yang mulia untuk membagi ilmunya kepada anak-anak yang haus akan pendidikan tersebut. Coba saja pemerintah lebih tanggap, coba guru tersebut diberi pendidikan yang lebih tinggi lagi. sehingga dia lebih professional untuk mengajar.

jujur saya kagum sama bapak tersebut yang mau dengan ikhlas mebagi ilmunya dibandingkan saya yang hanya kuliah dan belum sama sekali bermanfaat dan memberikan ilmu kepada generasi muda indonesia. saya ingin sekali seperti bapak tersebut dpat membagi ilmunya kepada banyak orang . tapi entah kenapa setiap saya berusaha untuk menyampaikan sesuatu kepada seseorang,walhasil penjelasan saya berikan sangat sulit diterima oleh orang tersebut atau kurang maknyus. padahal sebenarnya di dalam otak saya sudah penuh dengan banyak kata-kata tapi toh jadi nya yang keluar hanya terbatas. Dan jadinya penjelasan yang saya berikan begitu rumit untuk dimengert. hal yang simpel saja bisa jadi suatu hal yang ribet pada saat saya jelaskan. Mungkin hal yang harus diubah adalah mainset sya kali.

oya kok jadi agak melenceng dari pembicaraan awal. he2 jadi ada curcol…

pokoknya sekarang kita sebagai generasi penerus bangsa kita mempunyai misi untuk mencerdaskan anak bangsa bukan menjerumuskan dengan hal-hal atau perilaku tak layak. AYO KITA MAJUKAN PENDIDIKAN INDONESIA!!!!

dengan majunya pendidikan di Indonesia otomatis bangsa kita juga akan menjadi bangsa yang maju. amin..

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s